‘’ASSALAMUALAIKUM’’
Kali ini saya
ingin menceritakan sedikit dampak setelah CAR FREE MONTH.
Saya langsung
saja ceritanya……!
TOSARI, Radar
Bromo – Sepekan setelah car free month atau bulan bebas kendaraan bermotor,
kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo mulai meningkat.
Terutama yang melalui jalur Pasuruan. Kendati begitu, jumlah wisatawan mancanegara
masih sangat minim. Sarmin,
Kepala Seksi Wilayah 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
mengatakan, seminggu ini jumlah pengunjung TNBTS yang lewat jalur Pasuruan
mulai naik. Namun, didominasi wisatawan lokal.
“Seminggu ini
jumlah pengunjung mulai naik lagi. Kendati bulan-bulan awal Maret ini
sebenarnya tergolong low season karena belum musim liburan,”
terangnya.
Untuk week
days misalnya, jumlah pengunjung mencapai 300 orang. Jumlah ini naik
dibandingkan saat car free month,
yang rata-rata 100 pengunjung.
Lalu saat
akhir pekan, juga mulai ada lonjakan. Pada Sabtu (29/2), pengunjung mencapai 726
orang. Dan Minggu (1/3) mencapai 340 orang. Jumlah ini naik
dibandingkan bulan lalu yang rata-rata hanya 200-300 pengunjung.
“Tapi untuk
wisatawan mancanegara memang sangat minim. Di akhir pekan hanya ada lima
wisatawan mancanegara,” terangnya.
Sarmin
memprediksi, sedikitnya jumlah wisatawan mancanegara lantaran pengunjung dari
Tiongkok dan Hongkong dibatasi. Sehingga, berimbas pada pengunjung mancanegara
ke Bromo.
“Diduga
karena wisatawan luar misalnya Tiongkok dan Hongkong dibatasi keluar negeri
oleh pemerintahnya. Dan ini cukup berpengaruh. Sedangkan wisatawan Eropa
biasanya baru datang sekitar bulan April,” terangnya.
April
menurutnya, merupakan high season, tepatnya pertengahan April.
Wisatawan mancanegara dipastikan banyak dan makin betah. Sebab, setelah car free month, kondisi Bromo sangat
hijau. Kendati hujan setiap hari, namun sangat indah dan aman dikunjungi.
Sekian cerita
dari saya TRIMAKASIH.
WASSALAMUALAAIKUM
WR.WB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar